Padi Varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1 : Solusi Lahan Tergenang Banjir

Rumah Tani - Di setiap pergantian musim hujan, sebuah tantangan yang kompleks dan seringkali menguji kesabaran serta kebijaksanaan menghadang para petani padi. Cuaca yang tak jarang tidak menentu, dan kadang-kadang membawa curah hujan berlebihan, menjadikan proses pertanian penuh dengan ketidakpastian. Dalam menghadapi fenomena ini, salah satu hal yang menjadi pertimbangan krusial bagi para petani adalah pemilihan varietas padi yang mampu mengatasi kendala utama yang dihadirkan oleh genangan air. Genangan air dapat berdampak serius pada pertumbuhan tanaman, bahkan mengancam kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, tuntutan akan varietas padi yang tahan terhadap kondisi genangan menjadi semakin penting dan strategis.

Menemukan varietas padi yang mampu bertahan dan tumbuh dengan baik dalam lingkungan genangan air tidaklah mudah. Tidak semua varietas padi memiliki adaptasi yang memadai untuk menghadapi tantangan ini. Para petani perlu memastikan bahwa varietas yang mereka pilih memiliki sifat-sifat tertentu yang mendukung kelangsungan hidup dan produktivitas tanaman, bahkan ketika terendam air dalam waktu yang cukup lama. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah kemampuan tanaman untuk menyimpan cadangan energi saat terendam air dan kemudian menggunakan energi tersebut untuk tumbuh kembali saat genangan surut. Varietas padi yang dapat melakukan ini memiliki keunggulan dalam menahan dampak negatif genangan air.

Kini, semakin banyak upaya penelitian dan pengembangan yang ditujukan untuk menghasilkan varietas padi yang lebih tahan terhadap genangan air. Ini melibatkan kerja keras para ilmuwan dan ahli pertanian dalam mengidentifikasi karakteristik genetik yang mempengaruhi ketahanan terhadap kondisi ini. Selain itu, upaya pengujian varietas-varietas baru dalam skenario genangan air yang terkontrol menjadi bagian integral dari proses seleksi untuk memastikan keunggulan dan keberhasilan varietas tersebut dalam mengatasi tantangan musim hujan.

Baca Juga : Sensus Pertanian 2023 Resmi Dimulai Sejak 1 Juni Lalu

Dalam menghadapi cuaca musim hujan yang kompleks dan seringkali ekstrem, para petani padi haruslah menjadi pemilih yang cerdas dan bijak dalam memilih varietas yang akan mereka tanam. Varietas padi yang mampu bertahan terhadap genangan air akan menjadi mitra yang tak ternilai dalam menghadapi perubahan iklim dan cuaca yang semakin tidak dapat diprediksi. Dengan pemilihan yang tepat, harapan panen yang melimpah tetap dapat diraih, bahkan dalam tengah cobaan cuaca yang tidak menentu. Salah satu varietas padi yang tahan terhadap kekeringan dan sangat ditanam saat musim penghujan adalah padi Varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1.

Inpari 30 Ciherang Sub 1 merupakan varietas padi terbaru yang unggul. Varian Inpari 30 Ciherang Sub 1 memiliki atribut unggul dalam menghadapi situasi genangan air. Keunggulan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap produksi padi yang tetap tinggi, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang ekstrem. Varietas ini secara khas memiliki kemampuan untuk menyimpan energi selama masa genangan, yang kemudian memungkinkannya untuk tumbuh kembali dengan vitalitas yang tetap terjaga setelah air surut. Hal ini menandai perbedaan signifikan dengan varian-varian padi konvensional.

Inpari 30 Ciherang Sub 1 diperkenalkan oleh Badan Litbang Pertanian pada tahun 2012 sebagai hasil dari upaya persilangan antara varietas Ciherang, IR64 Sub1, dan Ciherang. Varian padi ini tergolong dalam kelompok cere dan menjanjikan sejumlah inovasi penting dalam pengembangan varietas padi. Tujuannya adalah untuk menggantikan varietas ciherang yang telah lama menjadi andalan, dengan harapan memberikan penyegaran dalam produksi padi. Dalam hal penampilan, tanaman ini memiliki postur yang tegak dengan tinggi rata-rata mencapai 101 cm. Daun benderanya tumbuh tegak, dan gabahnya memiliki bentuk yang ramping dengan warna kuning yang menarik perhatian. Kadar amilosa sekitar 22,40%, menghasilkan tekstur nasi yang pulen, yang merupakan preferensi umum di kalangan masyarakat.

Inpari 30 Ciherang Sub 1 mampu menghadapi berbagai kondisi tanah dan lingkungan. Varietas ini optimal untuk ditanam pada sawah dataran rendah hingga ketinggian 400 meter di atas permukaan laut, termasuk di wilayah yang berpotensi mengalami genangan akibat luapan sungai atau rawan banjir. Ketahanannya terhadap rendaman air selama fase vegetatif dapat mencapai 15 hari, memberikan keleluasaan dalam pengelolaan pertanaman. Waktu yang dibutuhkan hingga panen adalah 111 hari setelah periode penyemaian, dengan rata-rata hasil panen mencapai 7,2 ton per hektar dan potensi hasil yang dapat mencapai 9,6 ton per hektar. Tak hanya memiliki performa unggul, tetapi tekstur nasi yang dihasilkan juga memenuhi selera masyarakat secara umum.

Pentingnya aspek ketahanan terhadap hama dan penyakit juga telah diperhitungkan dalam pengembangan Inpari 30 Ciherang Sub 1. Kendati demikian, varietas ini masih menunjukkan tingkat kerentanan tertentu terhadap beberapa masalah seperti serangan wereng batang coklat biotipe 1 dan 2, serta potensi terkena hawar daun dari bakteri patotipe III. Meskipun begitu, varietas ini tetap memberikan alternatif yang menjanjikan untuk produksi padi yang lebih tahan terhadap genangan dan dengan kualitas nasi yang diinginkan oleh masyarakat.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال